METRO, LAMPUNG — Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kembali terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Kota Metro dan Kabupaten Lampung Timur.
Antrean didominasi kendaraan yang hendak mendapatkan BBM bersubsidi, terutama Biosolar dan Pertalite. Panjangnya antrean membuat pengguna harus menunggu lebih lama untuk melakukan pengisian bahan bakar. Dalam kondisi tertentu, pengguna juga menghadapi beberapa kali kesempatan stok BBM yang dicari telah habis.
Situasi seperti ini dikeluhkan masyarakat karena BBM merupakan kebutuhan penting, baik bagi kendaraan pribadi maupun kendaraan yang digunakan untuk menunjang aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat sehari-hari.
Menurut salah satu pengguna, Tio, fenomena antrean panjang BBM bersubsidi juga menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai ketersediaan pasokan dan distribusi BBM bersubsidi di tingkat SPBU. Ia berharap ketersediaan BBM dapat lebih terjamin sehingga antrean panjang dan kondisi stok kosong tidak terus berulang.
Di sisi lain, antrean yang mengular hingga badan jalan berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas apabila tidak dikelola dengan baik. Karena itu, diperlukan koordinasi antara pengelola SPBU dan pihak terkait untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan tertib dan aman.
Masyarakat pada prinsipnya membutuhkan kepastian bahwa BBM bersubsidi tersedia sesuai kebutuhan dan dapat diperoleh melalui mekanisme yang tertib, transparan, serta tidak menimbulkan antrean berkepanjangan. *















