Tiga Medali di Raih Kontingen Airsoft Lampung Pada Kejurnas II

banner 468x60

Jakarta – Kontingen Airsoft Lampung membawa pulang satu medali emas dan dua medali perunggu pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) II Airsoft yang berlangsung di Jakarta pada 27–28 Juni 2026. Hasil tersebut menjadi salah satu capaian terbaik Lampung pada ajang yang diikuti atlet dari berbagai provinsi di Indonesia.

Medali emas diraih Yeonard De Haan pada Sniper Challenge DMR Class. Di Class yang sama, Muhamad Mufid Daifullah menyumbangkan medali perunggu. Sementara satu medali perunggu lainnya dipersembahkan Tomi Deriyansen, atlet Klub KDRT Kota Metro, melalui Combat Tactical Shooting (CTS) Double Weapon Class Putra.

Ketua INASSOC Lampung, Yeonard De Haan, mengatakan pencapaian tersebut menunjukkan atlet Airsoft Lampung mampu bersaing di tingkat nasional. Menurut dia, hasil itu merupakan buah dari latihan yang konsisten, kerja sama tim, dan komitmen para atlet selama menjalani persiapan menuju Kejurnas.

“Alhamdulillah, kami bersyukur dapat mempersembahkan satu medali emas dan dua medali perunggu untuk Lampung. Prestasi ini merupakan hasil kerja keras seluruh atlet, pelatih, dan pengurus. Kami berharap capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan sehingga ke depan Airsoft Lampung dapat meraih prestasi yang lebih tinggi,” kata Yeonard, Ahad, 28 Juni 2026.

Ia mengatakan INASSOC Lampung akan terus memperkuat pembinaan atlet melalui program latihan berkelanjutan dan memperbanyak partisipasi dalam kejuaraan tingkat regional maupun nasional guna meningkatkan pengalaman bertanding para atlet.

Ketua Klub KDRT Kota Metro, Sapto Yuwono, mengapresiasi perjuangan seluruh atlet Airsoft Lampung, khususnya Tomi Deriyansen yang berhasil menyumbangkan medali perunggu bagi kontingen Lampung.

“Keberhasilan ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar KDRT Kota Metro. Prestasi Tomi menunjukkan bahwa pembinaan atlet yang dilakukan secara konsisten mampu menghasilkan atlet yang kompetitif. Kami berharap keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi atlet-atlet muda untuk terus berlatih dan mengharumkan nama Lampung di tingkat nasional,” ujar Sapto.

Sementara itu, Ketua INASSOC Kota Metro, Yulianto, menilai peraihan tiga medali tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan atlet airsoft di Lampung mulai menunjukkan hasil yang positif. Menurut dia, sinergi antara pengurus daerah, klub, dan atlet perlu terus diperkuat agar prestasi dapat dipertahankan.

“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Lampung, khususnya Kota Metro. Kami berharap capaian ini tidak membuat atlet cepat puas, tetapi menjadi motivasi untuk terus berlatih, meningkatkan kemampuan, dan meraih hasil yang lebih baik pada kejuaraan berikutnya. INASSOC Kota Metro siap mendukung pembinaan atlet agar semakin banyak atlet berprestasi lahir dari daerah ini,” kata Yulianto.

Kejurnas II Airsoft 2026 menjadi ajang pembuktian kemampuan atlet sekaligus sarana menjaring bibit-bibit potensial dari berbagai daerah. Bagi Lampung, raihan satu medali emas dan dua medali perunggu menjadi modal penting untuk meningkatkan daya saing pada kejuaraan nasional mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *