Bahlil Ungkap Penyebab Keterlambatan BBM Subsidi, Harga Dipastikan Tak Naik

Berita, Daerah, Nasional, Opini349 Dilihat
banner 468x60

JAKARTA – Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026. Kepastian tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia di tengah meningkatnya permintaan terhadap BBM bersubsidi di sejumlah daerah.

Bahlil mengatakan, pemerintah tetap berkomitmen menjaga harga BBM bersubsidi agar tetap stabil hingga penghujung tahun. Kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.

Menurut Bahlil, persoalan yang terjadi di sejumlah daerah bukan disebabkan oleh tidak tersedianya stok BBM secara nasional, melainkan adanya peningkatan permintaan akibat peralihan konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi, Sebagai contoh, beralih dari Pertamax ke Pertalite yang merupakan BBM subsidi.

“Sekarang kan kita tahu bahwa ada terjadi peralihan, dari yang tidak memakai BBM subsidi, sekarang mereka memakai BBM subsidi. Pasti kan ada peningkatan permintaan,” ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/10/2026).

Peralihan tersebut menyebabkan kebutuhan terhadap BBM bersubsidi meningkat. Kondisi ini kemudian berdampak pada distribusi di sejumlah wilayah sehingga terjadi keterlambatan pengiriman dan antrean di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Bahlil menegaskan pemerintah bersama pihak terkait terus melakukan penataan distribusi untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan. Pemerintah juga berkoordinasi dengan Pertamina agar proses pengiriman BBM dapat berjalan lebih optimal dan keterlambatan tidak kembali terjadi.

“Kita lagi tata agar hal-hal terjadinya keterlambatan pengiriman itu bisa tidak terjadi lagi,” kata Bahlil.

Selain persoalan distribusi, pemerintah juga terus memastikan ketersediaan stok BBM tetap terjaga. Bahlil sebelumnya menyampaikan bahwa cadangan BBM nasional berada di atas standar minimum, termasuk untuk jenis bensin dan solar.

Di sisi lain, Bahlil kembali memastikan harga BBM bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir 2026, meskipun harga minyak dunia masih mengalami fluktuasi.

“Dan kita dapat pastikan bahwa subsidi sampai dengan akhir tahun, harga BBM tidak akan naik,” tegasnya.

Pemerintah berharap penataan distribusi yang dilakukan dapat menjaga ketersediaan BBM bersubsidi di seluruh wilayah sekaligus memastikan subsidi energi dapat diterima masyarakat yang menjadi sasaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *